mengajarmerdeka.id – Pagi itu, Pak Tjin masuk ke kelas 1 sambil membawa sebuah papan kecil bertuliskan huruf-huruf Mandarin sederhana. Anak-anak memandang penasaran. “Hari ini kita akan belajar tentang Li,” kata Pak Tjin sambil tersenyum.
Li adalah salah satu ajaran inti dalam agama Konghucu yang berarti kesopanan atau tata krama. Namun, Pak Tjin tidak sekadar memberi definisi. Ia mengajak siswa bermain peran, menyapa guru dengan hormat, dan berbagi cerita tentang bagaimana mereka menghormati orang tua di rumah.
Itulah pembelajaran berbasis deep learning: siswa tidak hanya tahu, tetapi juga menghayati dan mempraktikkan nilai yang diajarkan.
Apa Itu Deep Learning dalam Pendidikan Agama Konghucu?
Deep learning dalam konteks pendidikan adalah pendekatan pembelajaran yang membuat siswa memahami secara mendalam, menghubungkan dengan kehidupan nyata, dan mampu menerapkannya dalam perilaku sehari-hari.
Dalam Pendidikan Agama Konghucu dan Budi Pekerti (PAKBP), deep learning mengajak siswa untuk:
- Menghubungkan ajaran Nabi Kongzi dengan kehidupan mereka
- Menginternalisasi nilai-nilai seperti Li (kesopanan), Ren (cinta kasih), dan Yi (keadilan)
- Mengembangkan perilaku baik secara konsisten
Menurut penelitian Biggs & Tang (2011), pembelajaran bermakna dapat meningkatkan retensi siswa hingga 70% lebih lama dibanding hafalan.
Struktur Modul Ajar PAKBP Kelas 1 SD

Identitas Modul
- Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Konghucu dan Budi Pekerti
- Kelas/Fase: 1 / Fase A
- Alokasi Waktu: 2 x 35 menit
- Tema: Mempraktikkan Li dalam Kehidupan Sehari-hari
Capaian Pembelajaran (CP)
Siswa mampu memahami dan mempraktikkan perilaku sopan santun kepada orang tua, guru, dan teman sesuai ajaran Konghucu.
Tujuan Pembelajaran
- Siswa mengenal makna Li secara sederhana
- Siswa dapat menunjukkan perilaku sopan dalam interaksi sehari-hari
- Siswa menghargai nilai hormat sebagai bagian dari Budi Pekerti
Materi Pembelajaran
- Konsep Li dalam ajaran Konghucu
- Salam hormat kepada orang tua dan guru
- Lagu anak bertema hormat dan sopan santun
Metode dan Model
- Storytelling
- Role-play
- Diskusi kelompok kecil
- Praktik langsung
Pengalaman Pak Tjin
Pak Tjin memulai dengan cerita tentang seorang anak bernama Ming yang setiap pagi memberi salam kepada orang tuanya sebelum berangkat sekolah.
Suatu hari, Ming lupa memberi salam dan ibunya terlihat sedih. Ming pun berjanji untuk selalu ingat menyapa dengan hormat.
Setelah cerita, siswa diajak mempraktikkan salam kepada guru dan teman. Mereka berdiri, membungkuk sedikit, dan mengucapkan salam dengan suara lantang. Beberapa siswa tersenyum malu, tapi suasana kelas menjadi hangat.
Di akhir pelajaran, siswa diminta menggambar cara mereka menunjukkan hormat di rumah. Ada yang menggambar membantu ibu di dapur, ada yang menggambar memberi salam kepada ayah.
Strategi Deep Learning untuk PAKBP
1. Kontekstualisasi
Menghubungkan ajaran Li dengan situasi sehari-hari di rumah atau sekolah
2. Refleksi
Mengajak siswa menceritakan perasaan ketika menghormati orang tua atau guru
3. Kolaborasi
Melibatkan siswa dalam permainan peran untuk mempraktikkan tata krama
4. Aksi Nyata
Mendorong siswa menerapkan perilaku sopan di luar kelas
Yang perlu diketahui
Data Ilmiah: Efektivitas Deep Learning
Hattie (2018) menunjukkan bahwa pembelajaran reflektif memiliki efek ukuran 0,79 terhadap hasil belajar, jauh di atas rata-rata 0,4. Penelitian Lickona (1991) menegaskan pendidikan karakter lebih efektif ketika siswa terlibat dalam praktik nyata yang berulang.
Contoh Aktivitas Modul Ajar PAKBP
| Kegiatan | Tujuan | Media |
|---|---|---|
| Cerita “Anak Bernama Ming” | Memahami makna Li | Buku cerita, ilustrasi |
| Salam hormat bersama | Menginternalisasi nilai hormat | Ruang kelas |
| Menggambar perilaku sopan | Mengekspresikan pemahaman | Kertas, krayon |
| Menyanyi lagu hormat | Menguatkan pesan moral | Speaker, musik |
Tips Menyusun Modul Ajar Deep Learning PAKBP
- Gunakan cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan anak
- Sertakan aktivitas yang membuat siswa bergerak dan berinteraksi
- Gunakan media visual untuk menarik perhatian
- Berikan apresiasi setiap kali siswa mempraktikkan nilai yang diajarkan
- Libatkan orang tua dalam tugas rumah yang menumbuhkan nilai sopan santun
Download contoh Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Agama Konghucu & Budi Pekerti Kelas 1 Modul Merdeka
Untuk mempermudah pekerjaan anda, di sini kami lampirkan contoh Modul ajar Deep Learning Pendidikan Agama Konghucu dan BP kelas 1 SD Kurikulum Merdeka. Untuk mendapatkan atau mengunduhnya, silahkan ikuti tautan yang tersedia di bawah ini:
FAQ Modul Ajar Deep Learning PAKBP
- Apa perbedaan modul ajar biasa dan deep learning?
Modul biasa fokus pada pengetahuan, sedangkan deep learning menekankan penghayatan dan praktik nilai dalam kehidupan nyata. - Apakah metode ini cocok untuk semua siswa kelas 1?
Ya, karena dapat disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. - Bagaimana jika ada siswa non-Konghucu di kelas?
Fokus pada nilai universal seperti sopan santun dan hormat pada sesama. - Apakah deep learning memerlukan waktu lebih lama?
Ya, namun memberikan dampak yang lebih mendalam pada perilaku siswa. - Bagaimana mengukur keberhasilan modul ini?
Melalui observasi perilaku, refleksi siswa, dan portofolio karya.
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Agama Konghucu dan Budi Pekerti untuk kelas 1 SD adalah sarana yang efektif untuk membentuk karakter hormat dan sopan sejak dini.
Dengan metode kontekstual, reflektif, kolaboratif, dan berbasis aksi, siswa tidak hanya mengetahui ajaran, tetapi juga mempraktikkannya setiap hari.
Seperti yang dilakukan Pak Tjin, pembelajaran ini dapat mengubah kelas menjadi ruang yang penuh nilai, hangat, dan membentuk pribadi yang santun.


