mengajarmerdeka.id – Pagi itu, Pak Gede memasuki kelas 1 dengan membawa kotak kecil berisi bunga kamboja, dupa, dan canang sari. Ia tersenyum melihat murid-murid berlarian masuk kelas. “Hari ini kita akan belajar tentang Tri Hita Karana,” ucapnya sambil meletakkan kotak di meja. Anak-anak langsung penasaran, sebagian mendekat ingin mencium wangi dupa.
Inilah awal pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti (PAHBP) berbasis deep learning. Bukan sekadar teori, tapi pengalaman yang memadukan indera, rasa, dan refleksi. Pembelajaran seperti ini membuat ajaran Hindu terasa hidup dan relevan bagi anak-anak.
Apa itu Deep Learning dalam Pendidikan Agama Hindu?
Deep learning di dunia pendidikan berarti pembelajaran mendalam yang mengutamakan pemahaman, penghayatan, dan penerapan nilai dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks PAHBP, deep learning berarti:
- Menghubungkan ajaran Hindu dengan kehidupan nyata.
- Melibatkan siswa secara aktif dalam aktivitas ritual, seni, dan diskusi.
- Mengajak siswa merefleksikan pengalaman spiritualnya.
Menurut penelitian Biggs & Tang (2011), pembelajaran yang bermakna dapat meningkatkan retensi hingga 70% lebih lama dibanding pembelajaran hafalan.
Struktur Modul Ajar PAHBP Kelas 1 SD

Identitas Modul
- Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
- Kelas/Fase: 1 / Fase A
- Alokasi Waktu: 2 x 35 menit
- Tema: Bersyukur atas Karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa
Capaian Pembelajaran (CP)
Siswa mampu menunjukkan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui doa, sikap hormat, dan perilaku yang sesuai ajaran Hindu.
H3 Tujuan Pembelajaran
- Siswa memahami konsep Tri Hita Karana secara sederhana.
- Siswa dapat mengucapkan doa harian dengan benar.
- Siswa menunjukkan rasa hormat kepada sesama dan lingkungan.
Materi Pembelajaran
- Konsep Tri Hita Karana (Parahyangan, Pawongan, Palemahan).
- Doa harian (Puja Tri Sandhya).
- Lagu keagamaan Hindu untuk anak.
Metode dan Model
- Storytelling
- Role-play
- Diskusi reflektif
- Praktik langsung
Pengalaman Pak Gede
Pak Gede memulai pelajaran dengan cerita tentang seorang anak bernama Made yang setiap pagi membantu ibunya menaruh canang sari di pelinggih. Ia bercerita bagaimana Made merasa bahagia melihat bunga dan dupa diiringi doa.
Setelah bercerita, Pak Gede mengajak anak-anak membuat canang sari sederhana. Mereka mengisi daun janur dengan bunga, sambil menyebutkan rasa syukur masing-masing. Ada yang bersyukur atas keluarga, ada yang bersyukur atas hujan, bahkan ada yang bersyukur karena punya teman baru.
Di akhir pelajaran, semua siswa mengucapkan doa bersama dan meletakkan canang sari di altar sekolah. Momen ini membuat mereka merasakan arti syukur, bukan sekadar menghafalnya.
Strategi Deep Learning untuk PAHBP
1. Kontekstualisasi
Menghubungkan ajaran dengan pengalaman sehari-hari, seperti berterima kasih saat menerima bantuan.
2. Refleksi
Mengajak siswa menulis atau menggambar hal yang mereka syukuri.
3. Kolaborasi
Mengajak siswa bekerja sama membuat canang sari atau menyanyikan lagu suci.
4. Aksi Nyata
Mendorong siswa menjaga kebersihan lingkungan sebagai wujud Palemahan.
Yang perlu diketahui
Data Ilmiah: Efektivitas Deep Learning
Hattie (2018) menemukan bahwa pembelajaran berbasis refleksi memiliki efek ukuran 0,79 terhadap hasil belajar jauh di atas rata-rata. Lickona (1991) juga menyebutkan bahwa pendidikan karakter lebih efektif bila diintegrasikan dengan praktik nyata.
Contoh Aktivitas Modul Ajar PAHBP
| Kegiatan | Tujuan | Media |
|---|---|---|
| Cerita “Made dan Canang Sari” | Memahami rasa syukur | Gambar, alat peraga |
| Doa bersama | Mengucap syukur | Buku doa, dupa |
| Membuat canang sari | Menginternalisasi nilai | Janur, bunga |
| Menyanyi lagu rohani | Meningkatkan semangat iman | Speaker, musik |
Tips Menyusun Modul Ajar Deep Learning PAHBP
- Gunakan alat peraga nyata seperti bunga, janur, atau dupa.
- Sertakan unsur seni dan budaya lokal.
- Gunakan bahasa sederhana dan penuh kasih.
- Libatkan orang tua dalam tugas rumah yang bermakna.
- Gunakan media visual untuk menarik perhatian siswa.
Download contoh Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Agama Hindu & Budi Pekerti Kelas 1 Modul Merdeka
Untuk mempermudah pekerjaan anda, di sini kami lampirkan contoh Modul ajar Deep Learning Pendidikan Agama Hindu dan BP kelas 1 SD Kurikulum Merdeka. Untuk mendapatkan atau mengunduhnya, silahkan ikuti tautan yang tersedia di bawah ini:
FAQ Modul Ajar Deep Learning PAHBP
1. Apa bedanya modul ajar biasa dengan deep learning?
Modul biasa berfokus pada pengetahuan, sedangkan deep learning menekankan penghayatan dan penerapan nilai dalam kehidupan sehari-hari.
2. Apakah metode ini cocok untuk semua siswa kelas 1?
Ya, karena dapat disesuaikan dengan kemampuan kognitif dan emosional siswa.
3. Bagaimana jika ada siswa non-Hindu di kelas?
Kegiatan dapat difokuskan pada nilai universal seperti rasa syukur, kebersihan, dan hormat pada sesama.
4. Apakah deep learning memerlukan waktu lebih lama?
Ya, tapi hasilnya lebih mendalam dan tahan lama.
5. Bagaimana mengukur keberhasilan modul ini?
Melalui observasi perilaku, portofolio karya siswa, dan refleksi pribadi.
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk kelas 1 SD mengajak siswa merasakan, menghayati, dan mempraktikkan ajaran Hindu secara nyata.
Dengan metode kontekstual, reflektif, kolaboratif, dan berbasis aksi, pembelajaran menjadi pengalaman yang membentuk karakter sejak dini.
Seperti Pak Gede dan murid-muridnya, kita pun bisa menciptakan kelas yang bukan hanya mengajar, tetapi juga menumbuhkan jiwa.


