mengajarmerdeka.id – Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk Kelas 1 SD/MI merupakan panduan komprehensif yang disusun oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya pada mata pelajaran Seni Rupa untuk fase A (kelas 1–2).
Buku ini memuat landasan, strategi, tujuan pembelajaran, serta contoh kegiatan yang dapat langsung diterapkan oleh guru di kelas.
Sebagai buku panduan, kontennya tidak hanya menekankan penguasaan teknis seni rupa, tetapi juga memfasilitasi proses kreatif, eksploratif, reflektif, serta penguatan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.
Dapatkan juga:
Ringkasan Buku
1. Filosofi dan Landasan Pembelajaran Seni Rupa
Buku ini menekankan bahwa pembelajaran seni rupa tidak dimaksudkan untuk mencetak seniman profesional, melainkan mengajak siswa berpikir seperti seniman: kreatif, peka terhadap lingkungan, mampu mengekspresikan diri, serta mampu mengapresiasi karya orang lain.
Pendekatan ini mengembalikan seni sebagai sarana memanusiakan manusia, sebuah proses estetik yang menyentuh logika, etika, sekaligus rasa.
Pembelajaran seni rupa juga diposisikan sebagai pintu bagi pengembangan karakter, nalar kritis, kerja sama, serta kepekaan budaya.
2. Keterkaitan dengan Profil Pelajar Pancasila
Buku ini memetakan pembelajaran seni rupa dengan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila:
- Beriman dan berakhlak mulia: menghargai karya teman, bertanggung jawab, dan menjaga lingkungan.
- Berkebinekaan global: mengenal ragam budaya, memahami perbedaan perspektif.
- Gotong royong: bekerja sama, berbagi alat, menjaga ruang kelas.
- Mandiri: bereksperimen, percaya diri berkarya, mengatur waktu dan proses.
- Bernalar kritis: mengamati karya, bertanya, dan merefleksi proses.
- Kreatif: menghasilkan gagasan orisinal, mencoba teknik baru, dan mengekspresikan ide.
Dimensi-dimensi ini diintegrasikan melalui aktivitas seni dalam bentuk diskusi, eksplorasi media, pembuatan karya, dan refleksi.
3. Tujuan Pembelajaran Seni Rupa Kelas 1
Tujuan utama yang ingin dicapai pada fase A, khususnya kelas 1, meliputi:
✓ Mengalami (Experiencing)
Siswa dikenalkan pada pengalaman estetik melalui observasi, eksplorasi bahan, dan perekaman pengalaman visual sederhana.
✓ Menciptakan (Creating)
Siswa mengekspresikan ide menggunakan garis, bentuk, dan warna dasar, termasuk teknik potong–tempel atau menggambar bentuk geometris.
✓ Merefleksikan (Reflecting)
Siswa belajar menceritakan kembali karya yang dibuat, perasaannya saat berkarya, serta memberikan komentar sederhana terhadap karya teman.
✓ Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking & Working Artistically)
Siswa dibiasakan mengikuti prosedur kerja sederhana, menjaga keselamatan, serta bekerja mandiri dalam berkarya.
✓ Berdampak (Impacting)
Karya yang dibuat mencerminkan minat dan ekspresi pribadi anak, serta menguatkan hubungan mereka dengan lingkungan.
4. Karakteristik Pembelajaran Seni Rupa
Buku ini memperkenalkan lima elemen utama yang menjadi landasan pedagogis seni rupa:
- Berpikir dan Bekerja Artistik – mengajukan pertanyaan, bereksperimen, dan menemukan ide.
- Mengalami – melihat, merasakan, meniru, dan merespon objek karya seni.
- Menciptakan – memadukan media, bahan, alat, dan teknik.
- Merefleksikan – mengevaluasi karya diri dan karya orang lain.
- Berdampak – karya seni mencerminkan pesan, emosi, dan nilai yang bermakna.
Pendekatan ini memungkinkan guru membangun kelas seni yang inklusif, kreatif, dan penuh eksplorasi spontan yang khas siswa kelas 1.
5. Capaian Pembelajaran Fase A untuk Kelas 1
Pada akhir kelas 1, siswa diharapkan mampu:
- Menggunakan bentuk-bentuk geometri untuk menggambar objek.
- Mengenali dan menggambar berbagai jenis garis (lurus, lengkung, zigzag, diagonal).
- Mengenal alat dan bahan serta memahami keselamatan kerja dasar.
- Mengkomunikasikan perasaan dan minat terkait karya yang dilihat atau dibuat.
Dengan menggunakan bahan sekitar, kegiatan dibuat sangat dekat dengan pengalaman sehari-hari anak, sehingga mudah diterapkan di semua konteks sekolah.
6. Ragam Kegiatan Pembelajaran Seni Rupa Kelas 1
Bagian kegiatan (Kegiatan 1–20) memuat aktivitas praktis yang siap pakai, seperti:
1. Seni di Sekitarku (Mengamati Lingkungan)
Siswa diajak melihat bentuk dan tekstur benda sehari-hari.
2. Aneka Garis & Bentuk
Mengenalkan garis sebagai elemen rupa melalui permainan, gambar bebas, dan eksplorasi bentuk dasar.
3. Potong–Tempel & Membentuk
Melatih motorik halus dan kreativitas melalui membuat topeng, bentuk hewan, atau bangunan sederhana.
4. Warna Primer dan Sekunder
Siswa bereksperimen mencampur warna, mengenali perubahan warna, dan menerapkannya dalam karya.
5. Model Bangunan dan Kota
Memperkenalkan konsep ruang melalui pembuatan bangunan 2D/3D dari kertas atau bahan daur ulang.
6. Observasi Hewan & Tumbuhan
Siswa menggambar berdasarkan pengamatan langsung—melatih detail, bentuk, dan ingatan visual.
Kegiatan dirancang bertahap, mulai dari pengenalan bentuk sederhana hingga karya lebih kompleks, tetap sesuai kemampuan perkembangan usia kelas 1.
7. Strategi Pembelajaran untuk Guru
Buku memberikan panduan rinci mengenai perencanaan pembelajaran:
Perencanaan Jangka Panjang
Menghubungkan capaian fase 1–2 tahun.
Perencanaan Semester
Mengatur alur materi berdasarkan aktivitas dan pengalaman belajar.
Perencanaan Harian (RPP)
Memuat komponen: tujuan, kosa kata, eksplorasi, aktivitas, evaluasi, hingga ekstensi belajar.
Buku juga menyediakan rubrik penilaian yang dapat digunakan guru untuk menilai proses dan hasil karya seni secara holistik.
8. Pengetahuan Dasar: Bahan, Teknik, dan Prosedur
Guru diperkenalkan pada berbagai teknik dasar yang relevan untuk siswa kelas 1, seperti:
- teknik garis,
- potong–tempel,
- pewarnaan,
- model sederhana,
- penggunaan media alam dan media daur ulang.
Ditekankan pula pentingnya keselamatan kerja, pengelolaan alat, dan menata ruang kerja seni.
Buku Panduan Guru Seni Rupa Kelas 1 adalah panduan lengkap dan fleksibel bagi guru untuk menciptakan pengalaman belajar seni yang menyenangkan, bermakna, dan dekat dengan kehidupan anak. Pendekatan yang ditawarkan tidak hanya mengajarkan seni rupa sebagai keterampilan, tetapi sebagai alat untuk:
- membangun karakter,
- mengembangkan kreativitas,
- menumbuhkan apresiasi budaya,
- serta menguatkan rasa estetika sejak usia dini.
Dengan struktur kegiatan yang jelas dan mudah dipraktikkan, buku ini menjadi sumber utama yang sangat membantu guru dalam merancang pembelajaran seni rupa yang relevan, inspiratif, dan berpihak pada perkembangan anak.


