mengajarmerdeka.id – Pembelajaran Seni Teater dalam Kurikulum Nasional memiliki peran penting dalam mengembangkan ekspresi, kolaborasi, serta kemampuan komunikasi peserta didik.
Seiring kemajuan teknologi pendidikan, pendekatan Deep Learning mulai diterapkan untuk memperkaya proses pembelajaran, terutama dalam menganalisis karakter, memahami dinamika panggung, serta mengevaluasi performa secara lebih mendalam.
Perangkat ajar berbasis Deep Learning pada Seni Teater dirancang untuk mendukung guru dari jenjang SD hingga SMA dalam membangun pengalaman belajar yang lebih reflektif dan terstruktur.
Download contoh Perangkat ajar Deep Learning Seni Teater SD, SMP, SMA
Untuk mempermudah pekerjaan anda, di sini kami lampirkan contoh Perangkat ajar Deep Learning Seni Teater untuk SD, SMP, SMA Kurikulum Merdeka. Untuk mendapatkan atau mengunduhnya, silahkan ikuti tautan yang tersedia di bawah ini:
Modul ajar Deep Learning Seni Teater SD
- Kelas 1 ( UNDUH DI SINI )
- Kelas 2 ( UNDUH DI SINI )
- Kelas 3 ( UNDUH DI SINI )
- Kelas 4 ( UNDUH DI SINI )
- Kelas 5 ( UNDUH DI SINI )
- Kelas 6 ( UNDUH DI SINI )
Modul ajar Deep Learning Seni Teater SMP
- Kelas 7 ( UNDUH DI SINI )
- Kelas 8 ( UNDUH DI SINI )
- Kelas 9 ( UNDUH DI SINI )
Modul ajar Deep Learning Seni Teater SMA
- Kelas 10 ( UNDUH DI SINI )
- Kelas 11 ( UNDUH DI SINI )
- Kelas 12 ( UNDUH DI SINI )
Dapatkan juga: Modul Ajar Deep Learning Seni Teater SD, SMP, SMA
Pada jenjang SD, perangkat ajar menekankan pengenalan unsur dasar teater seperti gerak, suara, ekspresi, dan keberanian tampil.
Pendekatan Deep Learning diterapkan melalui latihan pengamatan sederhana, perekaman performa, serta pembiasaan refleksi visual, sehingga siswa dapat mengenali peningkatan ekspresi dan intonasi secara bertahap.
Di tingkat SMP, pembelajaran mulai berfokus pada teknik pemeranan, analisis alur cerita, improvisasi, dan kerja kelompok.
Deep Learning membantu siswa memahami pola dialog, ritme adegan, dan struktur naskah melalui media digital yang dikurasi oleh guru.
Siswa juga dapat melakukan analisis ulang terhadap video latihan untuk mengevaluasi performa secara objektif.
Pada jenjang SMA, perangkat ajar diarahkan pada pembentukan kemampuan artistik yang lebih matang, termasuk penyutradaraan, penataan artistik, adaptasi naskah, dan produksi pertunjukan.
Pemanfaatan Deep Learning mendukung siswa dalam menganalisis karakter secara mendalam, merancang blocking panggung, dan menilai efektivitas pementasan melalui data visual dan audio.
Perangkat ajar yang diterapkan pada seluruh jenjang mencakup tujuan pembelajaran, materi esensial, lembar aktivitas, media pembelajaran digital, serta asesmen autentik.
Integrasi Deep Learning memungkinkan guru memanfaatkan rekaman, model analisis pola, serta refleksi berbasis data untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dengan penerapan perangkat ajar Deep Learning, pembelajaran Seni Teater menjadi lebih adaptif, relevan, dan sesuai dengan tuntutan kompetensi abad 21.
Pendekatan ini membantu siswa tidak hanya menjadi penampil yang baik, tetapi juga pemikir kreatif yang mampu menganalisis, mencipta, dan berkolaborasi dalam proses berkesenian.
Artikel ini menjadi rujukan bagi pendidik yang ingin meningkatkan kualitas pembelajaran Seni Teater di SD, SMP, maupun SMA melalui pemanfaatan teknologi dan strategi pedagogis modern.


