

mengajarmerdeka.id – Salah satu mata pelajaran yang menuntut kreativitas tinggi adalah Seni Budaya, khususnya capaian pembelajaran Seni Tari. Untuk memastikan proses pembelajaran berjalan terstruktur namun tetap fleksibel selama satu semester, penyusunan Program Semester (PROSEM) menjadi langkah krusial yang tidak boleh diabaikan oleh bapak dan ibu guru kelas 5 SD/MI.
Sebagai pendidik di era modern, menyusun PROSEM Seni Tari Kelas 5 bukan sekadar memenuhi administrasi sekolah. Lebih dari itu, PROSEM adalah peta jalan (roadmap) yang mengarahkan bagaimana gerak, ritme, ekspresi, dan nilai budaya diperkenalkan kepada siswa secara bertahap dan menyenangkan.
Pada fase C (umumnya kelas 5 dan 6 SD), karakteristik perkembangan anak mulai menunjukkan kematangan motorik dan emosional yang lebih stabil. Anak-anak kelas 5 tidak lagi hanya meniru gerakan sederhana seperti di kelas rendah.
Mereka sudah mulai mampu memahami konsep estetika, merangkai koreografi kelompok, dan mengaitkan tarian dengan latar belakang budaya atau cerita rakyat.
Melalui PROSEM Seni Tari yang dirancang dengan baik, guru dapat memetakan alokasi waktu secara efektif untuk menjembatani teori dan praktik. Seni tari di kelas 5 berfokus pada pengenalan unsur-unsur tari, eksplorasi gerak tari tradisi lokal, hingga penciptaan karya tari kreasi baru yang sederhana.
Dalam menyusun PROSEM Seni Tari Kelas 5 SD/MI di website mengajarmerdeka.id, ada beberapa komponen esensial yang harus tertuang secara sistematis:
Setiap kegiatan bulanan dan mingguan di dalam PROSEM harus berpatokan pada ATP yang telah diturunkan dari Capaian Pembelajaran (CP) Fase C. Untuk Seni Tari, fokus utamanya meliputi kemampuan mengalami, menciptakan, merefleksikan, berpikir dan bekerja artistik, serta berdampak pada lingkungan sekitar.
Seni Tari adalah mata pelajaran yang didominasi oleh aktivitas fisik dan praktik. Oleh karena itu, pembagian Jam Pelajaran (JP) dalam PROSEM harus memperhitungkan waktu untuk pemanasan, demonstrasi gerakan, latihan kelompok, hingga pengambilan nilai (asesmen) unjuk kerja.
Pembagian yang ideal biasanya berkisar antara 2 hingga 4 JP per minggu, tergantung pada kebijakan kurikulum operasional satuan pendidikan (KOSP) masing-masing sekolah.
Materi Seni Tari kelas 5 dalam Kurikulum Merdeka biasanya dibagi ke dalam beberapa unit besar. Beberapa materi pokok yang wajib masuk dalam PROSEM antara lain:
Pelajari juga: Perangkat Ajar Deep Learning Seni Tari Kelas 5 SD/MI Kurikulum Nasional
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas bagi para pendidik, berikut adalah rekomendasi distribusi bab atau unit pembelajaran Seni Tari kelas 5 yang dapat dipetakan ke dalam format PROSEM:
Pada awal semester, ajak siswa untuk mengeksplorasi tubuh mereka sendiri sebagai instrumen utama. Fokus pembelajaran ada pada pencarian ragam gerak berdasarkan stimulus ide, suara, atau alam sekitar. Dalam PROSEM, unit ini biasanya menghabiskan waktu sekitar 6-8 JP, termasuk asesmen formatif awal.
Siswa kelas 5 diajak untuk melakukan studi literasi dan praktik mengenai kekayaan budaya Indonesia. Guru dapat memilih satu atau dua tari daerah setempat atau tari Nusantara yang populer. Siswa belajar menghargai perbedaan budaya, memahami makna di balik gerakan tari, serta meniru gerak dasar tari tradisional dengan ritme yang benar.
Ini adalah puncak dari pembelajaran seni tari di mana siswa bekerja secara kolaboratif. Dalam kelompok kecil, mereka merancang koreografi sederhana dengan menggabungkan unsur tradisional dan modern. Kegiatan ini sangat mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi Gotong Royong dan Kreatif. Bagian akhir dari unit ini dialokasikan untuk pergelaran kelas atau asesmen sumatif akhir semester.
Agar PROSEM yang telah disusun dapat terealisasi dengan maksimal di dalam kelas, guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang interaktif:
Sebelum mempraktikkan gerakan, putar video pertunjukan tari profesional atau tari daerah melalui proyektor. Ini akan memicu imajinasi dan memberikan gambaran visual yang jelas kepada siswa mengenai ekspresi dan formasi (blocking) panggung.
Format Kurikulum Merdeka sangat mendukung pembelajaran berbasis proyek. Guru dapat memberikan tantangan kepada siswa untuk menciptakan “Tarian Ramah Lingkungan” atau “Tarian Kisah Pahlawan”. Proyek ini berjalan pararel dengan linimasa yang sudah ditetapkan di PROSEM.
Penilaian seni tari tidak boleh membuat siswa merasa berkecil hati. Fokuslah pada proses, usaha, kerja sama, dan keberanian mereka tampil di depan teman-temannya. Gunakan rubrik penilaian yang transparan agar siswa tahu aspek apa saja yang sedang dinilai, seperti kesesuaian gerak dengan tempo (wirama) atau keluwesan gerak (wiraga).
PROSEM Seni Tari Kelas 5 SD/MI
Menyusun PROSEM Seni Tari Kelas 5 SD/MI adalah langkah awal yang strategis untuk menghidupkan suasana belajar yang merdeka, aktif, dan penuh kegembiraan. Dengan perencanaan yang matang, guru tidak akan kehabisan waktu di akhir semester dan siswa mendapatkan hak belajarnya secara utuh serta mendalam.
Bagi bapak dan ibu guru yang membutuhkan referensi format, template, atau perangkat ajar lengkap mengenai Program Semester Seni Tari ini, pastikan untuk terus memantau pembaruan artikel dan dokumen unduhan gratis hanya di website mengajarmerdeka.id. Mari bersama-sama kita transformasikan pendidikan dasar Indonesia melalui seni dan budaya yang berkarakter.