mengajarmerdeka.id – Bayangkan seorang guru bernama Bu Sari yang menghadapi kelas 2 SD. Ada siswa yang cepat, ada yang pelan memahami kosakata “apple, banana, orange”. Jika ia hanya menyalin daftar kosakata dan meminta murid menghapal, banyak yang lupa dalam seminggu.
Namun jika Bu Sari mengajak siswa bermain teka-teki kata, bercerita tentang buah, lalu menghubungkan kosakata dengan pengalaman mereka (misalnya “I eat banana in the morning”), siswa mulai merasakan arti kata dan itu adalah esensi dari pembelajaran bermakna atau deep learning.
Deep learning dalam konteks pendidikan berbeda dari konsep “deep learning” dalam AI. Dalam pendidikan, deep learning berarti pembelajaran yang mendalam, bukan sekadar penghafalan dangkal.
Pendekatan ini mendorong siswa berpikir kritis, menghubungkan pengetahuan, mengeksplorasi makna, dan merefleksikan proses belajar (konsep yang juga diadopsi di contoh modul ajar Deep Learning Bahasa Inggris tingkat menengah).
Untuk kelas 2 SD/MI, perangkat ajar Bahasa Inggris berbasis deep learning harus dirancang dengan cermat agar anak-anak:
- tidak cepat jenuh
- merasakan kegembiraan belajar
- membangun koneksi antara kata baru dan pengalaman mereka
- bisa melakukan refleksi ringan terhadap apa yang mereka pahami
Artikel ini akan membahas komponen, struktur, dan strategi merancang perangkat ajar Bahasa Inggris kelas 2 SD/MI deep learning yang bisa diterapkan di mengajarmerdeka.id sebagai acuan guru.
Download Perangkat Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 SD/MI Deep Learning
Untuk mendapatkan Perangkat Ajar Bahasa Inggris untuk Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka Deep Learning, silahkan unduh melalui tautan yang kami lampirkan di bawah ini:
- ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)
- (CP) Capaian Pembelajaran
- KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran)
- Prosem (Program Semester)
- Prota (Program Tahunan)
- PTP (Pemetaan Tujuan Pembelajaran)
- Modul Ajar
Kerangka Perangkat Ajar Deep Learning: Komponen & Struktur
Sebelum merancang modul, kita perlu memahami kerangka umum perangkat ajar berbasis deep learning. Berdasarkan contoh modul deep learning yang tersebar di berbagai jenjang, komponen berikut adalah wajib ada:
- Identitas Modul
– Mata pelajaran, kelas, semester, alokasi waktu
– Topik inti / tema pembelajaran
– Model pembelajaran (deep learning + metode pendukung) - Tujuan Pembelajaran & Capaian Kompetensi
Tujuan harus dirumuskan secara operasional: apa yang dapat dilakukan siswa setelah pembelajaran. Misalnya: “Siswa mampu menyebutkan 5 nama buah dalam Bahasa Inggris dan menggunakannya dalam kalimat sederhana.” - Alur Belajar & Strategi
Alur belajar mencakup kegiatan: pembuka (motivasi), eksplorasi, elaborasi, refleksi, penutup. Strategi bisa melibatkan diskusi, proyek mini, permainan bahasa, media visual dan audio. - Media dan Sumber Belajar
Flashcards, poster gambar, video singkat, audio, worksheet, game interaktif. - Kegiatan Pembelajaran / Langkah Langkah
Rincian aktivitas tiap sesi: warm-up, drill, latihan berpasangan, tugas proyek mini, refleksi. - Penilaian & Asesmen
Penilaian formatif (kuis kecil, tanya jawab), penilaian sumatif (tes lisan, tugas mini), rubrik penilaian, penilaian diri sederhana (self-assessment). - Pengayaan & Remedial
Aktivitas tambahan untuk siswa cepat dan dukungan bagi siswa yang masih kesulitan. - Refleksi Guru & Catatan Evaluasi
Guru menuliskan apa yang berjalan baik dan apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya.
Contoh struktur seperti ini juga muncul dalam grup guru yang berbagi modul ajar Deep Learning Bahasa Inggris serta artikel panduan contoh modul deep learning.
Mendesain Perangkat Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 SD/MI: Langkah Praktis
Berikut langkah-langkah praktis merancang perangkat ajar deep learning untuk kelas 2:
1. Menentukan Tema / Topik Menyatu dengan Kehidupan Anak
Anak-anak kelas 2 senang tema yang dekat dengan diri mereka: My Family, My Toys, My Food, Animals. Pilih tema yang memungkinkan mereka menceritakan pengalaman. Misalnya: “My Favorite Food” bisa mengaitkan kosakata makanan sehari-hari.
2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Gunakan rumus SMART (Spesifik, Measurable, Achievable, Realistic, Time-bound). Contoh:
- Setelah sesi, siswa dapat menyebutkan minimal 6 jenis makanan dalam Bahasa Inggris.
- Siswa mampu menyusun kalimat sederhana seperti “I eat rice” atau “I like banana.”
Tujuan ini menjadi panduan penyusunan aktivitas dan penilaian.
3. Membuat Alur dan Langkah Kegiatan
Rancang kegiatan dalam 2–3 pertemuan agar tidak terlalu padat. Contoh alur:
- Pembuka (5–7 menit): ice-breaker, lagu sederhana “What’s your favorite food?”
- Eksplorasi (10 menit): menampilkan gambar makanan dan audio pengucapannya
- Elaborasi (15 menit): eksperimen mini: siswa membawa gambar makanan favorit, lalu memperagakan dan menyebutkan dalam pasangan
- Tugas Proyek Mini (10 menit): membuat poster “My Favorite Food” disertai label Inggris–Indonesia
- Refleksi (5 menit): siswa menuliskan satu kata baru yang mereka ingat dan satu pertanyaan yang mereka miliki
- Penutup (3 menit): guru menyimpulkan, quiz cepat atau permainan “guess the food”
4. Memilih Media & Sumber yang Menarik
Gunakan kombinasi media visual dan audio agar siswa terlibat secara multisensori:
- Flashcards bergambar makanan
- Audio pronunciations (rekaman guru atau aplikasi)
- Poster dinding atau slide sederhana
- Worksheet interaktif (pilih kata, gambar, melengkapi kalimat)
- Game sederhana seperti “memory card matching”
Media seperti ini membantu siswa mengaitkan bentuk visual, suara, dan makna secara bersamaan—memicu deep encoding.
5. Menyusun Instrumen Penilaian & Rubrik
Penilaian harus mencerminkan tujuan. Buat rubrik yang jelas (misalnya kategori: pengucapan, kelengkapan kosakata, keberanian berbicara). Gunakan penilaian formatif: tanya jawab selama kegiatan, observing aktivitas siswa. Juga penilaian sumatif: tugas poster, quiz lisan.
6. Menyediakan Pengayaan & Remedial
Siapkan lembar kerja tambahan: misalnya siswa cepat bisa diberi tugas menuliskan kalimat lebih banyak atau mini-dialog sederhana. Siswa yang kesulitan bisa diberi latihan pengucapan terpisah atau game kosakata tambahan.
7. Refleksi Guru
Setelah pelaksanaan, guru mencatat:
- mana bagian yang paling “hidup”
- kosakata mana yang masih sulit
- aktivitas mana membutuhkan perubahan
- feedback dari siswa
Catatan ini menjadi acuan revisi perangkat ajar berikutnya.
Contoh Singkat Perangkat Ajar Tema “My Favorite Food”
Berikut contoh mini perangkat ajar untuk satu pertemuan Bahasa Inggris kelas 2:
Identitas Modul
- Kelas: 2 SD/MI
- Topik: My Favorite Food
- Alokasi waktu: 1 × 35 menit
- Model pembelajaran: Deep Learning + Game-Based Learning
Tujuan Pembelajaran
- Siswa dapat menyebut 5–7 nama makanan dalam Bahasa Inggris
- Siswa mampu mengatakan “I like ___” dan “I don’t like ___”
- Siswa dapat membuat poster mini
Langkah Kegiatan
| Waktu | Kegiatan | Catatan |
|---|---|---|
| 5′ | Salam + Lagu “What’s your favorite food?” | Memancing minat |
| 8′ | Tampilkan flashcards + audio | Guru tunjuk gambar, siswa dengar audio |
| 10′ | Pasangan: diskusi makanan favorit | Guru berkeliling mendampingi |
| 7′ | Tugas proyek mini: poster makanan favorit | Siswa gambar, beri label Inggris |
| 3′ | Refleksi & sharing | Satu kata baru, satu pertanyaan |
Penilaian & Rubrik (contoh sederhana)
- Pronunciation (0–2)
- Kosakata lengkap (0–2)
- Keberanian berbicara (0–2)
Pengayaan
Siswa bisa menulis kalimat tambahan: “I like rice but I don’t like broccoli.”
Remedial
Latihan flashcards tambahan, game kosakata di rumah, latihan pengucapan bersama guru pendamping.
Refleksi Guru
“Waktu pasangan terlalu cepat selesai, saya perlu menambah aktivitas”
“Salah satu kosakata ‘broccoli’ sulit, perlu dicek ulang audio/nada pengucapan”
Keunggulan & Tantangan Implementasi
Keunggulan
- Siswa tidak hanya menghafal melainkan memahami makna kata secara kontekstual
- Aktivitas interaktif (game, proyek mini) meningkatkan minat belajar
- Guru bisa mengevaluasi proses melalui refleksi dan observasi
- Cocok dengan filosofi Kurikulum Merdeka yang menekankan pendekatan bermakna
- Mendukung perkembangan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas
Tantangan
- Waktu persiapan modul bisa lebih lama dibandingkan metode tradisional
- Beberapa guru belum terbiasa merancang modul deep learning
- Keterbatasan media (gambar, audio) jika di sekolah minim sarana
- Variasi kemampuan siswa: perlu penanganan remedial dan pengayaan
Tantangan ini bisa diatasi dengan kerja sama guru, berbagi modul, dan memanfaatkan sumber dari platform guru seperti guru.kemdikbud atau situs modul ajar deep learning guru.
Perangkat ajar Bahasa Inggris kelas 2 SD/MI berbasis deep learning menawarkan cara pembelajaran yang lebih bermakna, interaktif, dan menyenangkan.
Dengan komponen modul yang jelas, strategi kegiatan yang kreatif, media pendukung yang menarik, serta penilaian reflektif, guru dapat membawa siswa lebih dari sekadar menghafal.


