mengajarmerdeka.id – Pembelajaran Seni Teater pada Kelas 10 SMA/MA memerlukan pendekatan yang mendorong kreativitas, keberanian berekspresi, serta kemampuan memahami struktur dramatik dan teknik pertunjukan.
Dengan penerapan pendekatan Deep Learning, perangkat ajar dapat membantu peserta didik membangun pemahaman mendalam melalui pengalaman artistik, refleksi, dan eksplorasi karakter secara berkelanjutan.
Download contoh Perangkat ajar Deep Learning Seni Teater Kelas 10 SMA/MA Kurikulum Nasional
Untuk mempermudah pekerjaan anda, di sini kami lampirkan contoh Perangkat ajar Deep Learning Seni Teater untuk Kelas 10 SMA/MA Kurikulum Nasional. Untuk mendapatkan atau mengunduhnya, silahkan ikuti tautan yang tersedia di bawah ini:
Dapatkan juga: Modul Ajar Deep Learning Seni Teater Kelas 10 SMA/MA
Perangkat ajar Deep Learning Seni Teater mencakup tiga komponen utama: pemahaman teori, praktik peran, dan analisis pertunjukan.
Guru mengawali pembelajaran dengan pengenalan unsur teater seperti alur, dialog, blokade panggung, dan karakterisasi.
Siswa kemudian diarahkan untuk menginterpretasi naskah singkat, mengembangkan tokoh, serta berlatih improvisasi untuk memperkuat spontanitas dan kepekaan terhadap dinamika panggung.
Pendekatan Deep Learning diterapkan melalui pembelajaran bertingkat, misalnya dengan memberi siswa kesempatan menganalisis rekaman pertunjukan, merefleksikan teknik akting, dan membandingkan gaya penyutradaraan.
Melalui proses ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menilai kualitas permainan, penggunaan ruang, serta keselarasan unsur artistik.
Guru dapat menggunakan media pendukung seperti cuplikan teater, lembar observasi, dan latihan vokal dasar. Pembelajaran kolaboratif melalui proyek pementasan mini membantu siswa menggabungkan teori dan praktik secara nyata.
Pada akhir pembelajaran, asesmen dilakukan melalui evaluasi performa, portofolio proses kreatif, serta refleksi individu.
Perangkat ajar ini diharapkan memperkuat kompetensi siswa dalam mengapresiasi dan menampilkan karya teater secara profesional, sesuai dengan tuntutan Kurikulum Nasional yang menekankan kreativitas, kolaborasi, dan pemikiran kritis.
Dengan pendekatan yang terstruktur, pembelajaran teater mampu menjadi sarana pengembangan karakter dan ekspresi estetis yang bermakna bagi peserta didik.


