mengajarmerdeka.id – Pak Ardi pagi-pagi menyiapkan kelas. Dia bukan cuma membawa buku pelajaran, tapi juga membawa semangat: ingin muridnya memahami lebih dari hafalan mereka harus merasakan, berpikir, dan berbagi. Itulah inti deep learning di sekolah pembelajaran mendalam, bukan sekadar informasi pasif.
Apa Itu Deep Learning dalam Konteks Pendidikan?
Dalam Kurikulum Merdeka, istilah deep learning bukan merujuk pada AI. Melainkan strategi pembelajaran yang menekankan mindful learning (sadar proses belajar), meaningful learning (materi bermakna), dan joyful learning (suka belajar).
Dalam modul ajar kelas 9, strategi ini merangkul nilai karakter Profil Pelajar Pancasila seperti kreativitas, kolaborasi, dan penalaran kritis.
Mengapa Modul Ajar Deep Learning Penting?
- Lebih dari hafalan: Murid belajar memahami sistem pertumbuhan dan perkembangan manusia (misalnya pada IPA) secara mendalam melalui aktivitas reflektif dan proyek nyata.
- Motivasi siswa meningkat: Ketika belajar terasa relevan dan menyenangkan, keaktifan murid jadi lebih tinggi.
- Mencapai kompetensi abad 21: Berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif menjadi lebih mudah dibangun.
Struktur Modul Ajar Deep Learning Kelas 9
Modul ini disusun dengan format sistematis yang mudah dipakai guru:
- Identitas Modul dan Kelas: termasuk jenjang, semester, dan fase Kurikulum.
- Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): acuan standar kompetensi.
- Langkah Pembelajaran: mencakup pendekatan mindful, meaningful, joyful.
- Asesmen Format & Sumatif: evaluasi pembelajaran secara reflektif.
- Profil Lulusan: 8 dimensi penting sebagai peta arah hasil belajar.
- Rincian kegiatan, sumber belajar, dan refleksi guru.
Cerita Inspiratif – Bu Wulan di Kelas IPS
Suatu pagi, Bu Wulan memulai kelas IPS dengan menampilkan foto pasar tradisional.
“Siapa yang pernah bantu jualan lapak? Ceritakan pengalamanmu,” tanjaknya.
Dari pengalaman itu, murid mulai diskusi: kegiatan ekonomi lokal dilihat tidak dari teori, tapi dari cerita nyata.
Mereka menuliskan refleksi, lalu membuat mini-proyek memetakan rantai distribusi barang di sekitar rumah.
Di akhir, kelompok mempresentasikan dengan gaya kreatif ada yang pakai drama kecil, ada yang buat poster digital. Itu satu contoh mindful–meaningful–joyful learning yang hidup.
Data menunjukkan bahwa pembelajaran bermakna seperti ini meningkatkan retensi hingga 20% dibanding belajar pasif.
Tips Praktis untuk Mengintegrasi Deep Learning
| Elemen Penting | Cara dalam Modul Ajar |
|---|---|
| Mindful Learning | Mulai dengan pertanyaan reflektif dan refleksi personal siswa |
| Meaningful Learning | Hubungkan konsep ke kehidupan sehari-hari dan konteks lokal |
| Joyful Learning | Buat aktivitas kreatif, kolaboratif, misalnya drama atau game |
| Profil Pelajar | Sisipkan diskusi tentang etika, kolaborasi, kreativitas siswa |
Download Contoh Modul Ajar Deep Learning Kelas 9 SMP/MTS
Untuk mendapatkan modul ajar deep learning Kelas 9 SMP/MTS Fase D Kurikulum Merdeka lengkap semua mata pelajaran, anda dapat mengunduhnya melalui tautan yang kami sediakan di bawah ini:
- Bahasa Indonesia
- Bahasa Inggris
- Informatika
- IPA
- IPS
- Matematika
- PAI dan Budi Pekerti
- PPKn
- PJOK
- Prakaya
- Seni Musik
- Seni Rupa
- Seni Tari
- Seni Teater
FAQ – Tanya Jawab Cepat
- Apakah deep learning hanya untuk IPA?
Tidak. Modul tersedia untuk berbagai mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, IPS, Matematika, dsb. - Bisakah guru modifikasi modul ini?
Bisa. Dokumen disediakan dalam format Word yang mudah diedit. - Apa itu ATP?
Alur Tujuan Pembelajaran, alur sistematis yang menggambarkan capaian kompetensi yang harus dicapai siswa. - Berapa lama waktu mengimplementasikan modul?
Modul disusun per unit pelajaran, durasi disesuaikan dengan alokasi kelas (misalnya 1 × 2 JP). - Bagaimana menilai murid secara mendalam?
Lewat asesmen formatif seperti jurnal, refleksi, presentasi proyek, dan rubrik karakter.
Modul Ajar Deep Learning Kelas 9 itu seperti peta rahasia memberi guru navigasi pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan penuh refleksi.
Dengan struktur yang jelas, storytelling yang menyentuh, dan data serta prinsip ilmiah, modul ini sangat cocok dengan kebutuhan guru masa kini tidak hanya sekadar menarik, tapi juga SMART dan sarat manfaat.
Tanamkan deep learning dalam praktik mengajar harian, dan lihat bagaimana murid bukan hanya paham, tapi juga berbagi, berkembang, dan berdaya. Selamat memerdekakan belajar!


