mengajarmerdeka.id – Kurikulum Merdeka hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan yang lebih fleksibel, relevan, dan berorientasi pada peserta didik. Salah satu aspek penting dalam implementasinya adalah keberadaan KKTP, singkatan dari Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran.
KKTP menjadi alat penting bagi guru dalam menyusun asesmen dan menetapkan standar pencapaian belajar siswa. Untuk memahami secara menyeluruh peran KKTP, artikel ini akan membahas konsep, fungsi, hingga implementasinya dalam kegiatan belajar mengajar.
Apa Itu KKTP?
KKTP merupakan singkatan dari Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran. Konsep ini diperkenalkan dalam Kurikulum Merdeka sebagai indikator yang digunakan untuk mengukur sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.
KKTP tidak lagi menitikberatkan pada angka semata, melainkan lebih pada deskripsi pencapaian kompetensi. Dengan begitu, proses asesmen menjadi lebih holistik dan berorientasi pada perkembangan siswa.
Tujuan dan Fungsi KKTP dalam Kurikulum Merdeka
KKTP dirancang untuk membantu guru dalam beberapa aspek penting pembelajaran, antara lain:
- Menentukan standar minimal ketercapaian tujuan pembelajaran
- Menjadi acuan dalam pelaksanaan asesmen formatif dan sumatif
- Mempermudah guru dalam melakukan refleksi pembelajaran
- Memberikan umpan balik yang konstruktif kepada peserta didik
Dengan menggunakan KKTP, guru dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa.
Komponen-Komponen dalam KKTP
Dalam menyusun KKTP, terdapat beberapa komponen penting yang harus diperhatikan:
Tujuan Pembelajaran (TP)
Tujuan Pembelajaran adalah kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik dalam satu unit pembelajaran. KKTP menjadi tolok ukur ketercapaiannya.
Kriteria Ketercapaian
Merupakan deskripsi dari perilaku atau hasil belajar yang menunjukkan bahwa tujuan telah tercapai. Kriteria ini disusun secara terukur dan dapat diamati.
Indikator Penilaian
Guru perlu menyusun indikator penilaian yang selaras dengan kriteria ketercapaian. Indikator ini dapat berupa produk, proses, maupun performa siswa selama kegiatan belajar.
Perbedaan KKTP dengan KKM dalam Kurikulum Sebelumnya
Sebelum Kurikulum Merdeka, satuan pendidikan menggunakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebagai acuan penilaian. KKM menekankan angka tertentu sebagai batas kelulusan. Sementara itu, KKTP lebih bersifat deskriptif dan kualitatif.
| Aspek | KKM (Kurikulum 2013) | KKTP (Kurikulum Merdeka) |
|---|---|---|
| Fokus Penilaian | Angka minimal | Deskripsi pencapaian |
| Fleksibilitas | Rendah | Tinggi |
| Orientasi | Skor akhir | Proses dan capaian |
| Individualisasi | Tidak ada | Ada |
Cara Menyusun KKTP secara Efektif
Guru perlu memahami konteks kelas dan karakteristik peserta didik sebelum menyusun KKTP. Berikut langkah-langkah praktisnya:
- Menentukan Tujuan Pembelajaran yang jelas
- Menganalisis Capaian Pembelajaran sesuai fase
- Merumuskan kriteria ketercapaian berdasarkan aktivitas belajar
- Menyusun indikator penilaian yang relevan
- Menggunakan rubrik penilaian yang fleksibel
KKTP dalam Proses Asesmen Formatif
KKTP berperan besar dalam asesmen formatif karena memungkinkan guru mengevaluasi proses belajar secara berkelanjutan. Guru dapat mengidentifikasi hambatan belajar sejak dini dan segera melakukan perbaikan pendekatan mengajar.
KKTP dan Pembelajaran Diferensiasi
Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran diferensiasi menjadi salah satu pendekatan utama. KKTP membantu guru menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa.
Penerapan KKTP di Berbagai Jenjang Pendidikan
Penerapan KKTP tidak terbatas pada satu jenjang. Baik di SD, SMP, maupun SMA, KKTP dapat disesuaikan dengan fase perkembangan siswa:
- Fase A-B (SD kelas awal): KKTP lebih fokus pada proses eksploratif dan aktivitas konkret
- Fase C-D (SMP): Lebih menekankan pada kemampuan berpikir analitis
- Fase E-F (SMA): Menyoroti kemampuan reflektif dan kritis
Tantangan dalam Implementasi KKTP
Meski membawa banyak keunggulan, penerapan KKTP memiliki tantangan tersendiri seperti:
- Pemahaman guru yang masih terbatas
- Ketersediaan waktu menyusun rubrik
- Kebutuhan pelatihan berkelanjutan
- Variasi antar satuan pendidikan
Strategi Efektif Mengintegrasikan KKTP dalam RPP
Agar implementasi KKTP optimal, guru perlu mengintegrasikannya dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pastikan kriteria ketercapaian dan indikator penilaian tercantum jelas dalam bagian penilaian dan refleksi.
Peran Kepala Sekolah dan Tim Kurikulum
Dukungan pimpinan sekolah sangat penting. Kepala sekolah perlu memfasilitasi pelatihan dan diskusi rutin bagi guru, sementara tim kurikulum dapat membantu menyusun perangkat ajar yang sesuai dengan prinsip KKTP.
Contoh Format KKTP
Berikut contoh format sederhana penyusunan KKTP:
| Tujuan Pembelajaran | Kriteria Ketercapaian | Indikator Penilaian |
|---|---|---|
| Siswa mampu menjelaskan daur air | Menyebutkan tahapan daur air dengan urutan yang tepat | Lembar kerja daur air, presentasi lisan |
| Menghubungkan tahapan dengan kondisi alam sekitar | Jurnal refleksi, diskusi kelompok |
Hubungan KKTP dengan Profil Pelajar Pancasila
KKTP mendukung pencapaian dimensi Profil Pelajar Pancasila, seperti bernalar kritis dan mandiri. Melalui kriteria yang jelas, peserta didik diberi ruang untuk berkembang sesuai potensinya.
KKTP bukan sekadar alat ukur, melainkan bagian integral dari proses pembelajaran yang bermakna. Dengan memahami dan menerapkannya secara tepat, guru dapat menciptakan pembelajaran yang adaptif, reflektif, dan berpihak pada siswa.
Pertanyaan Umum (FAQ)
1. Apa perbedaan utama antara KKTP dan KKM?
KKTP bersifat deskriptif dan fokus pada pencapaian kompetensi, sedangkan KKM berorientasi pada nilai angka tertentu.
2. Mengapa KKTP penting dalam Kurikulum Merdeka?
Karena KKTP memungkinkan guru menyusun asesmen yang lebih fleksibel dan kontekstual, sesuai dengan kemampuan peserta didik.
3. Apakah KKTP harus dibuat untuk setiap tujuan pembelajaran?
Idealnya, ya. KKTP disusun untuk masing-masing tujuan pembelajaran agar asesmen menjadi lebih tepat sasaran.
4. Bagaimana cara menilai ketercapaian tujuan melalui KKTP?
Dengan menggunakan indikator dan rubrik penilaian yang telah ditentukan dalam KKTP.
5. Apakah KKTP bisa digunakan dalam pembelajaran tematik?
Sangat bisa, karena KKTP dapat disesuaikan dengan konteks dan integrasi lintas mata pelajaran.
6. Apakah semua guru wajib menyusun KKTP?
Ya, terutama bagi guru yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara mandiri atau melalui program sekolah penggerak.


