

mengajarmerdeka.id – Bagi Anda yang mengampu mata pelajaran Seni Budaya, khususnya seni tari di kelas 8 SMP/MTs, merumuskan KKTP sering kali mendatangkan tantangan tersendiri. Seni tari bukan sekadar hafalan gerakan, melainkan sebuah ekspresi estetis yang melibatkan rasa, fisik, dan kreativitas.
Bagaimana cara menyusun KKTP Seni Tari Kelas 8 SMP yang ideal, objektif, namun tetap fleksibel? Mari kita bedah secara mendalam ragam pendekatan, instrumen, dan contoh konkretnya untuk membantu administrasi sekaligus kualitas pembelajaran Anda di kelas.
Seni tari memiliki karakteristik yang unik karena penilaiannya didominasi oleh ranah psikomotorik (keterampilan gerak) dan afektif (penghayatan/ekspresi).
Pada fase D (umumnya kelas 8), peserta didik tidak hanya diajak untuk meniru gerakan tari tradisional atau kreasi, melainkan sudah mulai mengeksplorasi nilai, fungsi, serta merancang koreografi sederhana berdasarkan konsep dan properti.
Oleh karena itu, KKTP yang Anda susun tidak boleh hanya mengandalkan angka mutlak dari hasil ujian tertulis. KKTP di tingkat ini harus mampu memotret bagaimana siswa berproses: mulai dari mengamati gerak tari berdasarkan nilai dan jenisnya, melakukan gerak tari tradisional dengan properti, hingga mengekspresikan diri melalui tari kreasi baru.
Berdasarkan panduan resmi Kurikulum Merdeka, ada tiga pendekatan yang bisa Anda pilih untuk menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran seni tari di kelas 8:
Pendekatan ini menggunakan serangkaian kriteria untuk melihat ketercapaian siswa. Anda menentukan beberapa aspek penting yang harus tampak pada performa tari siswa.
Contoh kriteria untuk materi “Tari Tradisional Menggunakan Properti”:
Jika siswa memenuhi mayoritas kriteria tersebut, maka mereka dianggap telah mencapai TP (Tujuan Pembelajaran).
Pendekatan rubrik memberikan gambaran kualitas performa siswa yang dibagi ke dalam beberapa tingkatan (misalnya: Baru Berkembang, Layak, Cakap, Mahir). Pendekatan ini sangat direkomendasikan untuk seni tari karena mampu memberikan umpan balik yang sangat spesifik mengenai kualitas gerak, kelenturan, dan kesesuaian tempo (wirama).
Jika sekolah Anda masih memerlukan konversi angka untuk kebutuhan rapor, pendekatan interval nilai bisa digunakan. Anda mengonversi deskripsi performa tari ke dalam skala nilai (misalnya 0-40, 41-70, 71-100) berdasarkan bukti-bukti hasil unjuk kerja yang dikumpulkan.
Pelajari juga: Perangkat Ajar Deep Learning Seni Tari Kelas 8 SMP/MTs Kurikulum Nasional
Untuk memberikan gambaran nyata, berikut adalah draf instrumen KKTP menggunakan pendekatan Rubrik Penilaian untuk salah satu Tujuan Pembelajaran (TP) Seni Tari Kelas 8 di semester ganjil atau genap.
Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu meragakan gerak tari tradisional Nusantara sesuai dengan iringan, tempo, dan ekspresi yang tepat secara berkelompok.
Lalu, kapan seorang siswa dikatakan mencapai tujuan pembelajaran dalam seni tari? Dalam Kurikulum Merdeka, tidak ada angka tunggal seperti “KKM 75”.
Anda dapat menentukan kesimpulan bahwa:
Menggunakan KKTP yang dirancang dengan matang mendatangkan banyak dampak positif di ruang kelas:
KKTP Seni Tari Kelas 8 SMP/MTs
Mari terus berinovasi di platform mengajarmerdeka.id dengan menyusun administrasi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dengan KKTP Seni Tari Kelas 8 SMP/MTs yang tepat, kita tidak hanya menilai kemampuan fisik anak, melainkan juga menumbuhkan rasa cinta mereka terhadap kekayaan budaya nusantara melalui seni tari.