

mengajarmerdeka.id – Implementasi Kurikulum Merdeka membawa transformasi besar dalam sistem evaluasi di sekolah, salah satunya melalui transisi dari KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) menjadi KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran).
Bagi pendidik Seni Rupa di jenjang SMA/MA Kelas 10, menyusun KKTP bukan sekadar mengganti istilah, melainkan menggeser paradigma penilaian dari angka mutlak menjadi deskripsi kompetensi yang lebih manusiawi dan bermakna.
Di platform mengajarmerdeka.id, kami memahami bahwa seni adalah bidang yang subjektif sekaligus teknis. Oleh karena itu, penyusunan KKTP Seni Rupa Kelas 10 memerlukan pendekatan yang tidak hanya mengukur hasil akhir karya, tetapi juga menghargai proses kreatif, eksplorasi medium, hingga kemampuan apresiasi siswa.
Pada jenjang Kelas 10 SMA, siswa berada pada fase transisi untuk mengenal seni rupa secara lebih konseptual. KKTP berfungsi sebagai kompas bagi guru dan siswa untuk mengetahui sejauh mana Tujuan Pembelajaran (TP) telah tercapai.
Berbeda dengan KKM yang mematok angka tunggal (misalnya 75 untuk semua siswa), KKTP memberikan ruang bagi guru untuk merefleksikan keberagaman bakat dan kecepatan belajar setiap individu.
Dengan menggunakan KKTP, guru Seni Rupa dapat memberikan intervensi yang tepat. Siswa yang belum mencapai kriteria dapat diberikan pendampingan pada aspek tertentu misalnya pada penguasaan teknik arsir sementara siswa yang sudah melampaui kriteria dapat diberikan tantangan lebih, seperti eksperimen media campuran (mixed media).
Dalam menyusun KKTP di website mengajarmerdeka.id, kita merujuk pada tiga metode yang direkomendasikan dalam panduan pembelajaran dan asesmen:
1. Deskripsi Kriteria
Metode ini menggunakan uraian kalimat untuk menjelaskan apa yang sudah dicapai siswa. Contohnya, dalam materi “Unsur dan Prinsip Seni Rupa”, deskripsi kriteria mungkin berbunyi: “Siswa mampu mengidentifikasi unsur garis dan warna dalam karya seni serta menerapkannya dalam komposisi sederhana.”
Jika siswa hanya mampu mengidentifikasi tanpa menerapkan, maka ia dianggap belum mencapai tujuan secara penuh.
2. Rubrik Penilaian
Rubrik adalah alat yang paling populer untuk mata pelajaran seni. Rubrik membagi performa siswa ke dalam beberapa tingkatan, seperti “Baru Berkembang”, “Layak”, “Cakap”, hingga “Mahir”. Untuk tugas membuat logo di Kelas 10, rubrik bisa mencakup aspek orisinalitas, keterbacaan, dan teknik pewarnaan. Ini memudahkan guru memberikan nilai yang objektif pada karya yang bersifat visual.
3. Interval Nilai
Meskipun berbasis deskripsi, guru tetap bisa menggunakan angka untuk memetakan capaian. Misalnya, nilai 0-40% berarti belum mencapai tujuan dan perlu remedial di seluruh bagian, sedangkan 81-100% berarti sudah mencapai tujuan dan perlu pengayaan. Namun, angka-angka ini harus didasarkan pada bukti performa siswa, bukan sekadar tes tertulis.
Pelajari juga: Perangkat Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 10 SMA/MA Kurikulum Merdeka
Mari kita bedah bagaimana KKTP diterapkan dalam materi spesifik yang dipelajari di kelas 10 SMA:
Materi Eksperimen Tekstur dan Bahan
Pada materi ini, TP-nya mungkin adalah “Siswa mampu menciptakan tekstur buatan dengan memanfaatkan bahan alam di sekitar.” KKTP yang disusun tidak hanya melihat “apakah gambarnya bagus?”, tapi lebih kepada “apakah siswa berhasil mengubah karakteristik permukaan kertas menggunakan bahan alam?”.
Jika siswa mencoba menggunakan serat daun atau tanah untuk menciptakan efek visual, meski hasilnya tidak simetris, mereka tetap bisa mencapai kriteria “Cakap” karena proses eksplorasinya terpenuhi.
Materi Kritik Seni dan Apresiasi
Seni Rupa bukan hanya soal praktik. Di Kelas 10, siswa diajak untuk mengapresiasi karya. KKTP di sini mengukur kemampuan analisis.
Apakah siswa bisa membedakan mana kritik deskriptif dan mana yang bersifat evaluatif? Kemampuan berargumen secara logis atas sebuah karya menjadi indikator utama keberhasilan pembelajaran ini.
Mengakses referensi KKTP Seni Rupa Kelas 10 di mengajarmerdeka.id memberikan keuntungan eksklusif bagi para pendidik:
Salah satu kekuatan KKTP adalah memberikan arah yang jelas untuk tindak lanjut hasil asesmen. Dalam Seni Rupa, remedial tidak harus berarti mengulang ujian tertulis.
Jika berdasarkan KKTP seorang siswa dinyatakan “Belum Mencapai” pada kompetensi teknik perspektif, guru bisa memberikan remedial berupa bimbingan personal atau pemberian tutorial video singkat yang fokus pada titik kelemahan tersebut.
Sebaliknya, bagi siswa yang sudah masuk kategori “Mahir”, pengayaan bisa berupa proyek pameran mini di kelas atau tugas membuat ulasan seni untuk mading sekolah. Dengan demikian, setiap siswa mendapatkan hak pendidikan yang sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.
KKTP Seni Rupa Kelas 10 SMA/MA
Penyusunan KKTP Seni Rupa Kelas 10 SMA/MA adalah langkah nyata dalam mendukung visi Merdeka Belajar. Dengan sistem penilaian yang lebih fleksibel dan transparan, kita membantu siswa untuk tidak takut berkreasi. Seni tidak lagi dipandang sebagai beban nilai, melainkan sarana ekspresi yang capaiannya dihargai melalui kriteria yang jelas dan terukur.
Kunjungi terus mengajarmerdeka.id untuk mendapatkan update terbaru mengenai perangkat ajar, modul proyek, dan berbagai teknik asesmen Kurikulum Merdeka. Mari bersama-sama menciptakan ekosistem pendidikan seni yang inspiratif, inovatif, dan berpihak pada murid. Dengan KKTP yang tepat, setiap goresan kuas siswa adalah sebuah pencapaian yang bermakna.