mengajarmerdeka.id – Ketika membicarakan pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 4 SD/MI, banyak guru yang menghadapi tantangan serupa: bagaimana membuat materi yang menarik, interaktif, dan relevan dengan dunia anak-anak saat ini.
Dalam konteks Kurikulum Merdeka, muncul pendekatan baru yang kini mulai ramai dibicarakan yaitu perangkat ajar berbasis Deep Learning. Istilah ini bukan hanya sekadar tren teknologi, tapi sudah menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan masa depan.
Melalui pendekatan Deep Learning, guru tidak lagi sekadar “mengajar materi”, tetapi membantu siswa memahami makna, berpikir kritis, dan membangun koneksi antarpengetahuan. Mari kita bahas bagaimana konsep ini diterapkan dalam perangkat ajar Bahasa Indonesia kelas 4 SD/MI secara praktis.
Download Perangkat Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka Deep Learning
Untuk mendapatkan Perangkat Ajar Bahasa Indonesia untuk Kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka Deep Learning, silahkan unduh melalui tautan yang kami lampirkan di bawah ini:
Dapatkan juga modul ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 SD/MI DI SINI
Apa Itu Perangkat Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4?
Perangkat ajar merupakan kumpulan dokumen dan media yang digunakan guru untuk mengarahkan kegiatan belajar.
Dalam Kurikulum Merdeka, perangkat ajar mencakup modul ajar, asesmen, bahan ajar, hingga media pembelajaran digital.
Untuk Bahasa Indonesia kelas 4, perangkat ini berperan penting dalam mengasah empat keterampilan utama: membaca, menulis, menyimak, dan berbicara.
Guru yang menggunakan perangkat ajar tidak hanya mengikuti urutan bab dari buku teks, tetapi juga menyesuaikan dengan karakter peserta didik, lingkungan belajar, dan konteks budaya setempat. Dengan begitu, pembelajaran menjadi lebih hidup dan bermakna.
Konsep Deep Learning dalam Pendidikan Dasar
Deep Learning pada dasarnya dikenal sebagai bagian dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Namun, dalam konteks pendidikan, istilah ini digunakan secara konseptual untuk menggambarkan pembelajaran yang “mendalam” bukan sekadar menghafal, tetapi memahami.
Anak-anak dilatih untuk berpikir kritis, mengaitkan ide, dan memecahkan masalah dengan logika bahasa.
Pendekatan ini selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan kompetensi berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS).
Melalui perangkat ajar berbasis Deep Learning, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang memicu rasa ingin tahu, analisis, dan refleksi siswa terhadap teks yang mereka baca atau buat.
Struktur Perangkat Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 SD/MI
Agar pembelajaran berjalan efektif, perangkat ajar Bahasa Indonesia perlu memiliki struktur yang terencana. Berikut komponen utamanya:
- Tujuan Pembelajaran
Dirancang sesuai Capaian Pembelajaran (CP) Bahasa Indonesia di fase B. Misalnya, “Siswa mampu menyimpulkan isi teks naratif berdasarkan struktur dan unsur kebahasaan”. - Profil Pelajar Pancasila
Aktivitas pembelajaran dihubungkan dengan nilai-nilai seperti gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. - Pemahaman Bermakna
Guru mengarahkan siswa untuk menemukan makna dalam teks, bukan sekadar menyalin isi cerita. - Pertanyaan Pemantik
Gunakan pertanyaan seperti “Mengapa tokoh dalam cerita mengambil keputusan itu?” untuk mengajak siswa berpikir mendalam. - Kegiatan Pembelajaran
- Pendahuluan: Mengaitkan pengalaman sehari-hari dengan topik bacaan.
- Inti: Diskusi kelompok, bermain peran, atau membuat proyek menulis cerita.
- Penutup: Refleksi dan penilaian mandiri.
- Asesmen Formatif dan Sumatif
Gunakan rubrik penilaian yang fokus pada kemampuan memahami isi teks dan penggunaan bahasa yang efektif.
Integrasi Deep Learning dengan Teknologi Digital
Untuk mempraktikkan konsep Deep Learning secara nyata, guru dapat memanfaatkan teknologi sederhana yang mendukung eksplorasi dan refleksi siswa. Misalnya:
- Lynk.id atau Padlet untuk membuat papan ide kolaboratif tentang tokoh cerita.
- AI Text Analyzer untuk membantu siswa mengenali pola kata dan gaya bahasa.
- Google Classroom untuk mengelola tugas digital dan refleksi individu.
- Aplikasi Text-to-Speech (TTS) untuk membantu siswa dengan kesulitan membaca memahami teks lewat audio.
Penggunaan teknologi tidak berarti menggantikan peran guru, tetapi memperkuat interaksi dan personalisasi pembelajaran. Guru menjadi fasilitator yang mengarahkan siswa agar tetap fokus pada makna dan konteks, bukan sekadar hasil akhir.
Studi Kasus: Pembelajaran Cerita Rakyat Berbasis Deep Learning
Misalnya dalam topik “Cerita Rakyat Nusantara”. Guru dapat mengajak siswa membaca cerita “Malin Kundang” lalu menganalisisnya menggunakan teknik Deep Learning.
- Tahap Pemahaman (Understanding)
Siswa menjawab pertanyaan faktual seperti siapa tokoh utama dan apa konfliknya. - Tahap Koneksi (Connecting)
Guru menanyakan: “Apakah kamu pernah mengalami situasi serupa dengan Malin Kundang?” Siswa mulai mengaitkan cerita dengan pengalaman pribadi. - Tahap Refleksi (Reflecting)
Siswa menulis opini singkat: “Apa pelajaran hidup yang kamu pelajari dari cerita ini?” - Tahap Ekspresi (Creating)
Siswa menulis ulang cerita dari sudut pandang ibu Malin Kundang, melatih empati dan kreativitas.
Melalui tahapan ini, pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman isi, tetapi berkembang menjadi pengalaman belajar yang emosional dan reflektif.
Keterkaitan dengan Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka mendorong guru untuk lebih fleksibel dalam mengajar, namun tetap berorientasi pada capaian pembelajaran. Dalam hal ini, Deep Learning menjadi pendekatan yang sangat relevan karena:
- Mendorong siswa berpikir tingkat tinggi.
- Memperkuat kompetensi literasi.
- Mengembangkan karakter dan empati.
- Menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata.
Selain itu, perangkat ajar Bahasa Indonesia berbasis Deep Learning membantu guru melakukan asesmen yang lebih autentik. Penilaian tidak hanya berdasarkan angka, tetapi juga proses berpikir dan hasil refleksi siswa.
Tips Guru dalam Menyusun Perangkat Ajar Deep Learning
- Gunakan Konteks Lokal
Cerita rakyat, peribahasa, atau teks lingkungan sekitar membuat siswa lebih mudah memahami makna. - Rancang Aktivitas Kolaboratif
Siswa belajar melalui interaksi, bukan hanya mendengar. Diskusi, proyek kelompok, dan debat mini bisa menjadi sarana efektif. - Libatkan AI sebagai Asisten Pembelajaran
Gunakan platform seperti ChatGPT atau Perplexity untuk membantu siswa menemukan sinonim, menulis paragraf pembuka, atau menjawab pertanyaan reflektif. - Berikan Umpan Balik Bermakna
Fokus pada proses berpikir siswa, bukan sekadar benar-salah. - Bangun Lingkungan Literasi Digital
Ajak siswa membaca teks dari sumber digital yang kredibel, sambil mengajarkan cara berpikir kritis terhadap informasi.
Dampak Deep Learning terhadap Literasi Bahasa Indonesia
Hasil penelitian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan bahwa kemampuan literasi dasar siswa Indonesia masih perlu diperkuat.
Dengan penerapan Deep Learning, siswa tidak hanya belajar membaca teks, tetapi juga memahami struktur, pesan moral, dan nilai budaya di dalamnya.
Pendekatan ini terbukti meningkatkan retensi pengetahuan hingga 70% lebih baik dibanding metode konvensional (data simulasi literasi 2024).
Ketika siswa memahami teks secara mendalam, mereka lebih mampu mengaitkan ide lintas topik, misalnya antara cerita rakyat dan nilai-nilai Pancasila.
Inilah bentuk nyata pendidikan yang tidak hanya mengajar bahasa, tetapi juga membangun manusia yang berpikir kritis dan berkarakter.
Perangkat ajar Bahasa Indonesia kelas 4 SD/MI berbasis Deep Learning adalah inovasi yang menjembatani teknologi, pedagogi, dan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan desain pembelajaran yang memicu rasa ingin tahu dan refleksi, siswa dapat belajar memahami makna, bukan sekadar menghafal kata.
Guru memiliki peran sentral dalam menerapkan pendekatan ini. Dengan memanfaatkan perangkat ajar digital, sumber belajar terbuka, dan teknologi berbasis AI, pembelajaran Bahasa Indonesia akan menjadi lebih menarik, relevan, dan berdampak bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Untuk panduan dan contoh modul ajar lainnya, kunjungi situs pendidikan MengajarMerdeka.id yang menyediakan sumber belajar inovatif bagi guru dan siswa di seluruh Indonesia.


