KKTP Seni Tari Kelas 9 SMP/MTs

mengajarmerdeka.id – Bagi guru mata pelajaran Seni Budaya, khususnya peminatan Seni Tari di kelas 9 SMP/MTs, menyusun KKTP sering kali menghadirkan tantangan tersendiri.

Seni tari bukan sekadar menghafal gerakan, melainkan sebuah proses apresiasi, kreativitas, dan ekspresi jiwa yang membutuhkan indikator penilaian yang fleksibel namun tetap terukur.

Artikel ini akan membahas secara tuntas bagaimana menyusun KKTP Seni Tari Kelas 9 SMP/MTs yang ideal, inovatif, dan relevan dengan esensi Kurikulum Merdeka.

Dengan panduan ini, Anda tidak hanya memenuhi administrasi pembelajaran, tetapi juga mampu menciptakan instrumen evaluasi yang berpihak pada murid.

Mengapa KKM Berubah Menjadi KKTP dalam Seni Tari?

Sebelum masuk ke teknis penyusunan, kita perlu menyamakan persepsi tentang filosofi di balik perubahan ini. KKM pada kurikulum sebelumnya cenderung mematok angka mutlak (misalnya 75) sebagai standar kelulusan massal.

Pendekatan ini kurang adil bagi mata pelajaran berbasis bakat dan ekspresi seperti seni tari. Setiap anak memiliki keunikan tubuh, kelenturan, dan rasa irama yang berbeda.

KKTP hadir sebagai solusi untuk merekam jejak perkembangan belajar siswa secara berkala. Melalui KKTP, guru Seni Tari kelas 9 dapat memetakan sejauh mana siswa telah mencapai Tujuan Pembelajaran (TP) tanpa harus menghakimi mereka dengan angka mati di awal proses. KKTP membantu guru menentukan langkah remedial yang tepat atau memberikan pengayaan bagi siswa yang belajarnya lebih cepat.

Elemen dan Capaian Pembelajaran Seni Tari Kelas 9

Penyusunan KKTP harus berakar kuat pada Capaian Pembelajaran (CP) Seni Tari Fase D (umumnya untuk kelas 7, 8, dan 9). Pada tingkat akhir di kelas 9, siswa diharapkan sudah mampu merefleksikan, mengkreasi, dan mengomunikasikan karya tari secara lebih matang.

Berikut adalah elemen utama Seni Tari Fase D yang menjadi dasar penentuan KKTP:

  • Mengalami (Experiencing): Mengamati, mengidentifikasi, dan menganalisis berbagai ragam tari tradisi maupun kreasi berdasarkan nilai estetis dan fungsinya.
  • Menciptakan (Creating): Merancang dan merangkai gerak tari kreasi dengan menerapkan unsur utama dan unsur pendukung tari.
  • Merefleksikan (Reflecting): Menilai dan menghargai karya tari sendiri maupun orang lain secara kritis.
  • Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically): Menggunakan kreativitas dan kolaborasi untuk menghasilkan pertunjukan tari yang harmonis.
  • Berdampak (Impacting): Menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan membangun karakter Profil Pelajar Pancasila melalui aktivitas menari.

3 Pendekatan Utama dalam Menyusun KKTP Seni Tari

Pemerintah memberikan keleluasaan bagi pendidik untuk menentukan kriteria ketercapaian. Untuk kelas 9 SMP/MTs, ada tiga pendekatan yang bisa diadaptasi sesuai karakteristik materi seni tari:

1. Pendekatan Deskripsi Kriteria

Pendekatan ini menggunakan serangkaian kriteria untuk melihat ketercapaian siswa. Guru menuliskan deskripsi kondisi siswa.

Contoh kriteria untuk materi “Kreasi Tari Kontemporer”:

  • Siswa mampu menjelaskan konsep tari kontemporer.
  • Siswa mampu mempraktikkan ragam gerak dasar yang dimodifikasi.
  • Siswa mampu menyelaraskan gerak dengan iringan musik.

Kesimpulan: Jika siswa memenuhi minimal 2 dari 3 kriteria, maka ia dianggap telah mencapai TP.

2. Pendekatan Rubrik

Pendekatan ini sangat direkomendasikan untuk praktik seni tari karena mampu memetakan performa siswa ke dalam beberapa tingkatan (misalnya: Perlu Bimbingan, Cukup, Baik, Sangat Baik). Rubrik membuat penilaian performa motorik dan ekspresi wajah (wanda, wiraga, wirama, wirasa) menjadi lebih objektif.

3. Pendekatan Skala atau Interval Nilai

Pendekatan ini menggunakan angka interval (misalnya 0-40%, 41-70%, 71-100%) yang didasarkan pada rubrik deskriptif. Pendekatan ini memudahkan guru saat harus mengonversi hasil penilaian formatif menjadi data kuantitatif untuk laporan rapor.

Pelajari juga: Perangkat Ajar Deep Learning Seni Tari Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Nasional

Contoh Penerapan KKTP Seni Tari Kelas 9 (Materi: Manajemen Pertunjukan Tari)

Mari kita bedah contoh riil penyusunan KKTP menggunakan pendekatan rubrik untuk salah satu materi esensial di kelas 9, yaitu merancang pertunjukan tari sederhana.

Tujuan Pembelajaran (TP): Siswa mampu merancang dan menyelenggarakan pertunjukan tari kreasi kelompok secara kolaboratif.

Kriteria PenilaianPerlu Bimbingan (0-60)Cukup (61-75)Baik (76-90)Sangat Baik (91-100)
Konsep & KoreografiGerakan tari belum terstruktur dan tidak memiliki tema yang jelas.Gerakan tari sudah terstruktur tetapi transisinya masih kaku.Ragam gerak kreatif, bertema jelas, dan transisinya cukup rapi.Koreografi sangat inovatif, tema kuat, dan transisinya sangat halus.
Keselarasan Irama (Wirama)Gerakan sering kali tidak sesuai dengan tempo musik pengiring.Gerakan kadang meleset dari tempo musik pada bagian tertentu.Sebagian besar gerakan sudah konsisten sesuai dengan ketukan musik.Seluruh gerakan presisi dan harmonis dengan dinamika musik.
Ekspresi & Penghayatan (Wirasa)Tatapan mata kosong dan wajah tidak menunjukkan ekspresi sesuai tema tari.Sudah mencoba berekspresi tetapi belum konsisten sepanjang tarian.Mampu menampilkan ekspresi wajah dan penjiwaan karakter tari dengan baik.Penjiwaan sangat mendalam, ekspresif, dan mampu menyampaikan pesan tari ke penonton.
Kerja Sama KelompokPasif dalam latihan dan tidak berkontribusi pada formasi kelompok.Mau terlibat menari tetapi kurang berkoordinasi dalam menjaga kekompakan formasi.Kompak dalam menari dan aktif membantu persiapan perlengkapan tari.Menunjukkan kepemimpinan, sangat solid, dan formasi panggung sangat dinamis.

Cara Menentukan Ketercapaian:

  • Siswa dinyatakan Belum Mencapai TP jika mayoritas kriteria berada pada level “Perlu Bimbingan”. Mereka memerlukan intervensi berupa remedial bimbingan gerak dasar.
  • Siswa dinyatakan Sudah Mencapai TP jika mayoritas kriteria berada pada level “Baik” atau “Sangat Baik”.

Tips bagi Guru Seni Tari Kelas 9 dalam Menggunakan KKTP

Agar penerapan KKTP di kelas 9 SMP/MTs berjalan optimal dan tidak membebani, berikut beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan:

  • Libatkan Siswa dalam Asesmen Diri (Self-Assessment): Sebelum penilaian final oleh guru, ajak siswa menonton rekaman video latihan mereka sendiri. Biarkan mereka menilai performanya berdasarkan rubrik KKTP yang telah disepakati. Hal ini melatih elemen “Merefleksikan”.
  • Jangan Fokus pada Fisik Semata: Ingat, tidak semua siswa dilahirkan dengan bakat kelenturan tubuh seorang penari profesional. Berikan porsi nilai yang adil pada aspek usaha, kedisiplinan, kerja sama kelompok, dan kemampuan manajerial (seperti menata kostum atau memilih musik).
  • Gunakan Hasil KKTP untuk Evaluasi Mengajar: Jika dalam satu kelas banyak siswa yang berada di kategori “Perlu Bimbingan” pada kriteria Wirama (irama), ini adalah sinyal bagi guru untuk mengubah strategi mengajar. Mungkin diperlukan metode latihan ritme ketukan tubuh (body percussion) sebelum langsung masuk ke musik tari yang kompleks.

KKTP Seni Tari Kelas 9 SMP/MTs

Penyusunan KKTP Seni Tari Kelas 9 SMP/MTs dalam Kurikulum Merdeka memberikan angin segar bagi dunia pendidikan seni. Guru tidak lagi terpenjara oleh angka KKM yang kaku, melainkan memiliki ruang kreatif untuk mengapresiasi setiap jengkel perkembangan estetika dan motorik anak didik.

Dengan instrumen KKTP yang jelas, transparan, dan terukur, proses pembelajaran seni tari akan menjadi pengalaman yang menyenangkan, inklusif, dan bermakna bagi seluruh siswa.

Bagi rekan-rekan pendidik yang membutuhkan referensi administrasi lainnya, pastikan untuk terus memperbarui informasi dan perangkat ajar Anda hanya di mengajarmerdeka.id. Selamat berkarya dan memajukan seni budaya Indonesia!

Mungkin Anda juga menyukai

MengajarMerdeka.id adalah platform informasi dan referensi bagi guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Dapatkan modul pembelajaran, panduan, dan sumber daya pendidikan lengkap untuk meningkatkan efektivitas pengajaran di kelas.