

mengajarmerdeka.id – Implementasi Kurikulum Merdeka di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) membawa angin segar bagi pengembangan kreativitas siswa, khususnya dalam mata pelajaran Seni Rupa.
Memasuki Kelas 9, fokus utama pembelajaran bukan lagi sekadar meniru bentuk, melainkan bagaimana siswa mampu mengekspresikan jati diri, merespons isu sosial, dan memahami fungsi seni dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui Capaian Pembelajaran (CP) Seni Rupa yang telah ditetapkan, pendidik diharapkan mampu membimbing siswa untuk mencapai kemandirian artistik yang matang.
Pada jenjang SMP (Fase D), Capaian Pembelajaran Seni Rupa menekankan pada penguasaan elemen dan prinsip seni yang lebih kompleks. Siswa Kelas 9 berada di ambang transisi menuju jenjang pendidikan menengah atas, sehingga kemampuan berpikir kritis melalui media visual menjadi sangat krusial.
CP ini dirancang agar siswa tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan estetika yang kuat terhadap lingkungan sekitar.
Dalam Fase D, terdapat beberapa domain utama yang harus dicapai, yaitu Mengalami, Menciptakan, Merefleksikan, Berpikir dan Bekerja Artistik, serta Berdampak. Di Kelas 9, kelima elemen ini dijalin sedemikian rupa agar siswa dapat menghasilkan karya yang memiliki narasi kuat dan relevansi kontekstual.
Salah satu poin penting dalam CP Seni Rupa Kelas 9 adalah keberanian dalam mengeksplorasi berbagai media.
Siswa tidak lagi dibatasi pada penggunaan alat gambar konvensional seperti pensil atau cat air. Kurikulum Merdeka mendorong integrasi teknologi dan pemanfaatan bahan daur ulang (upcycling) sebagai bagian dari proses kreatif.
Siswa diajak untuk memahami teknik seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi secara lebih mendalam. Misalnya, dalam pembuatan karya grafis, siswa dapat belajar teknik cetak tinggi atau cetak saring yang dikombinasikan dengan desain digital.
Di sisi lain, pada karya tiga dimensi, penggunaan material campuran (mixed media) menjadi sarana bagi siswa untuk bereksperimen dengan tekstur, volume, dan ruang. Penguasaan teknik ini menjadi pondasi bagi siswa untuk mewujudkan ide-ide abstrak menjadi karya nyata yang estetik.
Pelajari juga: Perangkat Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum Merdeka
Capaian Pembelajaran di Kelas 9 juga menekankan pada aspek apresiasi dan kritik seni. Siswa didorong untuk mampu menganalisis karya seni, baik karya sendiri maupun karya orang lain, dengan menggunakan kosakata seni yang tepat. Hal ini bertujuan agar siswa memiliki argumen yang logis dan objektif dalam memandang sebuah fenomena visual.
Seni rupa di kelas 9 bukan hanya tentang keindahan semata, melainkan juga tentang pesan. Siswa diajak untuk mengamati isu-isu terkini, seperti masalah lingkungan, keberagaman budaya, atau kesehatan mental, kemudian menuangkannya ke dalam media seni.
Dengan cara ini, seni rupa berfungsi sebagai alat komunikasi yang powerful. Kemampuan untuk mengomunikasikan gagasan melalui simbol visual ini merupakan salah satu target kompetensi utama dalam Kurikulum Merdeka.
Untuk mencapai target CP yang maksimal, metode pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) sangat disarankan. Pendidik dapat merancang proyek yang memungkinkan siswa untuk melakukan riset, perencanaan, hingga pameran hasil karya.
Proses ini sangat selaras dengan elemen “Berpikir dan Bekerja Artistik”, di mana siswa harus mampu mengelola waktu, memilih alat yang sesuai, dan memecahkan masalah teknis yang muncul selama proses berkarya.
Sebagai contoh, siswa dapat diberikan tugas untuk membuat desain kampanye sosial menggunakan teknik mural atau poster digital.
Dalam proyek ini, siswa akan belajar tentang komposisi, teori warna, tipografi, serta cara menarik perhatian audiens. Hasil akhir dari proyek ini tidak hanya berupa nilai di buku rapor, tetapi juga pengalaman nyata dalam berorganisasi dan mempresentasikan ide di depan publik.
Dalam ekosistem Mengajar Merdeka, peran guru mengalami pergeseran dari sumber tunggal pengetahuan menjadi fasilitator dan mentor.
Guru seni rupa di Kelas 9 bertugas memicu rasa ingin tahu siswa dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi keunikan gaya individu. Mengingat setiap siswa memiliki latar belakang dan bakat yang berbeda, penilaian dalam seni rupa tidak bisa dipukul rata.
Penilaian formatif yang berkelanjutan menjadi kunci. Guru harus memperhatikan bagaimana perkembangan siswa dari tahap sketsa awal hingga penyelesaian akhir.
Feedback yang konstruktif akan sangat membantu siswa dalam membangun rasa percaya diri terhadap kemampuan artistik mereka. Dengan pendekatan yang humanis, seni rupa dapat menjadi mata pelajaran yang paling dinanti karena menawarkan kebebasan berekspresi tanpa takut disalahkan.
Salah satu terobosan dalam CP Seni Rupa Kurikulum Merdeka adalah penggunaan jurnal visual atau sketchbook. Siswa kelas 9 diwajibkan untuk mendokumentasikan setiap proses kreatifnya dalam jurnal tersebut.
Jurnal ini berfungsi sebagai wadah untuk mencatat inspirasi, melakukan eksperimen warna, hingga menuliskan refleksi pribadi setelah menyelesaikan sebuah karya.
Dokumentasi ini sangat penting untuk melihat sejauh mana capaian pembelajaran telah terpenuhi. Melalui jurnal visual, guru dapat melihat proses berpikir siswa, bagaimana mereka menghadapi kegagalan teknis, dan bagaimana mereka bangkit untuk mencoba teknik baru. Ini adalah esensi dari kemandirian belajar yang ditekankan oleh semangat Merdeka Belajar.
CP Seni Rupa Kelas 9 SMP/MTs
Capaian Pembelajaran Seni Rupa Kelas 9 SMP/MTs merupakan panduan strategis untuk mencetak generasi yang kreatif, inovatif, dan peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui pemahaman yang mendalam terhadap elemen-elemen seni dan keberanian untuk bereksperimen, diharapkan siswa tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Website mengajarmerdeka.id berkomitmen untuk terus menyediakan referensi dan inspirasi bagi para tenaga pendidik dalam mengimplementasikan CP Seni Rupa ini secara efektif.
Dengan kolaborasi yang baik antara guru, siswa, dan ketersediaan sumber belajar yang memadai, pendidikan seni di Indonesia akan mampu melahirkan talenta-talenta hebat yang siap berkontribusi bagi perkembangan industri kreatif di masa depan.
Mari kita terus mendukung kemerdekaan dalam berkarya dan belajar demi kemajuan pendidikan nasional yang lebih berwarna.